Home »
» Ramadhan bulan jihad
Ramadhan bulan jihad
Written By enrico on Senin, 23 Juli 2012 | 19.59
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan para Sahabatnya jika datang bulan Ramadhan, mereka mengisi dengan semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shalihnya.
Sejarah mencatat prestasi monumentalnya di bulan yang istimewa ini, yaitu beberapa kali perang jihad di jalan Allah meraih kemenangan..
Berikut merupakan ringkasan sebagian dari kemenangan dan kegemilangan yang pernah diraih oleh umat Islam di bulan Ramadhan “Bulan Jihad”:
17 Ramadhan, tahun ke-2 Hijrah
Perang Badar Al-Kubra
Tepat tanggal 17 ramadhan meletuslah perang Badar dengan jumlah kaum muslimin tiga ratusan orang sementara pasukan kafir Quraisy Makkah berjumlah sekitar 1.000 orang, tiga kali lebih banyak dari kaum muslimin. Peperangan dahsyat yang akhirnya dimenangkan kaum muslimin. Pasukan tentera Rasulullah SAW berangkat dari Madinah pada 8 Ramadhan. Ibnu Hisyam menyatakan bahwa perang ini merupakan kemenangan pertama yang menentukan kedudukan umat Islam dalam menghadapi kekuatan kemusyrikan dan kebatilan. Allah SWT telah mengutus malaikat untuk membantu pasukan kaum Muslimin dalam menghancurkan pasukan kuffar musyrikin.
Ramadhan tahun ke-5 Hijrah
Persiapan Perang Khandaq
Persiapan dilakukan dengan menggali parit (khandaq) di sekeliling kota Madinah. Teknik perang ini tidak pernah digunakan oleh bangsa Arab sebelumnya. Teknik tersebut diusulkan oleh Salman Al-Farisy r.a. Peperangan ini terjadi pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Dzulkaidah setelah pasukan kaum Muslimin meraih kemenangan mengalahkan pasukan musuh.
21 Ramadhan, tahun ke-8 Hijrah
Fathul Mekah (Pembukaan Kota Mekah)
Pasukan tentara Rasulullah SAW keluar dari Madinah pada 10 Ramadhan dan berpuasa, lalu diikuti para sahabat. Beliau berbuka di suatu tempat yaitu Mukadid (antara Asfan dengan Amjad). Mekah jatuh ke tangan kaum Muslimin tanpa pertumpahan darah. Setelah pembukaan Mekah, Rasulullah tinggal di kota itu selama 15 malam dengan melakukan sembahyang qasar. Menurut Ibnu Ishaq, pembukaan itu terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Ramadhan tahun k-9 Hijrah
Perang Tabuk
Pasukan tentara Rasulullah SAW tidak menemui tentara Romawi, lalu mereka kembali ke Madinah.
Utusan Thaif
Utusan Thaif datang ke Madinah untuk memeluk Islam dan ketika itu juga mereka terus melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam yang lain dan melaksanakan puasa di sana.
Utusan Raja Himyar
Utusan Raja Himyar datang ke Madinah untuk menyatakan keIslaman mereka. Rombongan tersebut diterima dan dimuliakan oleh Rasulullah SAW. Beliau kemudian menulis hak dan kewajiban mereka dalam dokumen tertulis.
Ramadhan tahun ke-10 Hijrah
Rasulullah SAW mengutus sepasukan tentara di bawah pimpinan Saidina Ali karamallahu wajhah ke Yaman dengan membawa surat Nabi. Satu suku kaum yang berpengaruh di Yaman terus menerima dan memeluk Islam pada hari itu juga. Mereka bersembahyang berjamaah bersama Saidina Ali ra. pada hari tersebut.
Ramadhan tahun ke-53 Hijrah
Kemenangan tentara Islam di pulau Rhodes (sebelah Greek).
Ramadhan tahun ke-91 Hijrah
Pasukan Islam mendarat di selatan pantai Andalusia (Spanyol) dan terus melanacarkan jihad.
Ramadhan tahun ke-92 Hijrah
Ramadhan 92 H, Panglima Thariq bin Ziyad bersama 7.000 pasukan menyebrangi selat Gibraltar untuk membebaskan kota Andalusia di Spanyol. Dengan pidatonya yang terkenal, ”Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita semua punya dua pilihan, menaklukan negeri dan menetap di sini serta mengembangkan Islam atau kita semua binasa”, Thariq sembari memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal dan melawan pasukan Spanyol yang berkuatan 100.000. Panglima Thariq bin Zaid mengalahkan Raja Frederick dalam perang Fashillah.
Ramadhan tahun ke-129 Hijrah
Kemenangan dakwah Bani Abbas di Khurasan di bawah pimpinan Abu Muslim Al-Khurasany.
Ramadhan tahun ke-584 Hijrah
Ramadhan tahun 584 Hijriyah Shalahudin al-Ayubi juga berhasil memporak-porandakan pasukan Salib Eropa yang dipimpin raj Richard III dari Inggris yang terkenal dengan “Hati Singanya”. Dengan kejeniusan Shalahudin raja Richard pun akhirnya tunduk.
Panglima tentara Islam, Salahuddin Al-Ayyubi bersama-sama kaum Muslimin mendapat kemenangan besar atas tentara Salib. Tentara Islam menguasai daerah-daerah yang sebelum ini dikuasai oleh tentera Salib. Ketika bulan Ramadhan, penasihat-penasihat Salahuddin menyarankan agar beliau beristirahat karena risau tentang ajalnya tiba. Tetapi Salahuddin menjawab, "Umur itu pendek dan ajal itu sentiasa mengancam". Kemudian tentara Islam yang dipimpinnya terus berperang dan merampas benteng Shafad yang kuat. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan.
Ramadhan tahun ke-658 Hijrah
Kerajaan Tartar hancur dan pasukannya ditahan di pintu gerbang Mesir di kota ‘Ain Jalut. Tentera Tartar sebelum ini telah menguasai sebagian daria wilayah Islam dan ini dianggap telah mengancam kekuatan Islam di seluruh dunia.
Catatan di atas membuktikan kepada kita bahwa bulan Ramadhan bukan saja dipenuhi dengan ibadah khusus semata-mata, tetapi juga penuh dengan perjuangan untuk meninggikan syiar Islam. Beberapa peristiwa yang tercatat dalam sejarah ini menunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang sentiasa bergerak dengan dakwah dan jihad walaupun dalam keadaan lapar dan dahaga. Aktivitas-aktivitas futuhat (pembukaan wilayah) yang dilakukan ini merupakan aktivitas untuk menghapuskan halangan-halangan fisik yang ada agar dakwah Islam dapat sampai kepada seluruh umat manusia. Dengan futuhat ini juga, ia telah menyatukan umat manusia dan mengangkat mereka ke tempat yang paling mulia, yaitu dari pengabdian diri kepada sesama manusia kepada pengabdian diri kepada Allah yang Esa. Sebagai Muslim, kita perlu sadar bahwa hidup kita di dunia ini adalah untuk mengabdikan diri kepada Allah dan memperjuangkan din Allah. Kehidupan Islam yang telah lenyap hendaklah dikembalikan semula agar keindahan Islam dapat dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat serta bernegara dan bukannya sekadar manis dirasakan ketika beribadah saja.
" maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu." [Al-Maidah (5) : 48]
Sesungguhnya, dalam kita menunaikan kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan ini, kita juga wajib untuk berjuang menegakkan kembali din Allah dengan menegakkan kembali Islam dan Khilafah yang telah diruntuhkan oleh musuh-musuh Islam. Kewajiban perjuangan ini tidak ada bedanya dengan kewajiban-kewajiban dalam menunaikan ibadah puasa serta ibadah-ibadah wajib yang lain. Ini semua hanya dapat dilaksanakan sekiranya kita mengikuti thariqah (jalan) yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dan bukannya melalui jalan-jalan yang lain. Mudah-mudahan, Ramadhan pada kali ini menjadi bulan penyatuan kepada seluruh umat Islam, insyaallah.
Posting Komentar