Home »
» Konsumsi Brokoli Menangkal Kanker
Konsumsi Brokoli Menangkal Kanker
Written By enrico on Kamis, 29 September 2011 | 21.20
Hasil berbagai penelitian ilmiah menunjukkan konsumsi brokoli, sayuran dari jenis cruciferous bisa membantu upaya menangkal beberapa jenis penyakit kanker. Menurut American Cancer Society, mengkonsumsi sayuran dari jenis cruciferous tujuh kali dalam seminggu bisa memberi kemanfaatan penuh. Khasiat tersebut dikaitkan dengan aktivitas senyawa-senyawa glucosinolat yang terkandung dalam jenis sayuran itu. Senyawa-senyawa bioaktif glucosinolat yang dikandung sayuran jenis cruciferous seperti brokoli telah diketahui memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko perkembangan penyakit-penyakit kanker tertentu. Kini sedang diupayakan memproduksi glucosinolat alami untuk dijadikan makanan suplemen maupun obat-obat baru. Penelitian untuk maksud tersebut kini sedang dilakukan oleh Universitas Copenhagen, Denmark. Tim ilmuwan universitas tersebut yang dipimpin oleh Dr. Barbara Ann Halkier sedang mengembangkan cara menghasilkan senyawa-senyawa glucosinolat melalui teknologi fermentasi. Hasil dari proses fermentasi ini diharapkan membuka peluang bagi manufaktur molekul bioaktif yang dimurnikan. Upaya ini diselenggarakan di bawah kerjasama Universitas Copenhagen dengan perusahaan Evgen dengan maksud mengembangkan metode manufaktur senyawa-senyawa glucosinolat yang terdapat pada brokoli untuk menangkal jenis penyakit kanker tertentu. PRODUSEN SAWIT HADAPI PESAING BARU Posisi Malaysia sebagai salah satu negara produsen minyak sawit terkemuka dunia kini terancam. Indonesia sudah mengambil posisi negara produsen terbesar, sementara negara-negara pesaing baru di sekitar garis katulistiwa bumi sedang meningkatkan produksi mereka. Didorong perkembangan baru tersebut, Azhar Abdul Hamid, pimpinan perusahaan perkebunan Sime Darby menekankan bahwa riset dan pengembangan akan menjadi pendorong untuk menggerakkan lebih lanjut Malaysia sebagai pusat keunggulan kelapa sawit dalam hal bahan tanam berproduksi tinggi, pengembangan serta kreasi produk-produk sawit baru bernilai tambah. Berbicara pada Konperensi Minyak Sawit 2009 di Kuala Lumpur, ia mengemukakan kemungkinan Malaysia tidak akan bisa mengembalikan posisinya sebagai produsen minyak sawit nomor satu karena keterbatasan lahan. Ia memperkirakan perkebunan kelapa sawit akan berkembang secara global. Akan muncul negara-negara pesaing baru bagi Malaysia dan Indonesia, terutama dari sekitar kawasan ekuator.
Posting Komentar