Home » » Dosen-dosen busuk

Dosen-dosen busuk

Written By enrico on Selasa, 12 April 2011 | 19.47

From: Didiek Goenadi Subject: [linkers] Prof. Mikrajuddin Abdullah ITB tentang "Dosen-dosen busuk"

Bocoran dari milis sebelah .... Ada berita yang sangat tidak sedap ...
Kemarin saya mengikuti rapat di Dikti dengan Ditnaga, Pak Supriyadi.
Informasi yang disampaikan Pak Supriyadi tentang kelakukan para dosen
di Indonesia, khususnya yang sedang mengajukan kenaikan pangkat,
sungguh memalukan. Institusi pendidikan yang diharapkan menjadi
benteng terakhir penjaga norma dan kejujuran sudah rusak, bukan oleh
segelintir dosen, tetapi oleh sangat banyak dosen berperilaku “busuk”
dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan pribadi.
Beberapa kelakuan dosen tersebut yang disampaikan Pak Supriyadi
adalah:

- Memalsukan karya ilmiah. Makalah ilmiah orang, khususnya yang
diterbitkan di jurnal ilmiah internasional diganti nama penulis
aslinya menjadi nama yang bersangkutan. Dengan membawa ke tempat
percetakan, maka tidak kentara bahwa makalah tersebut adalah makalah
orang lain yang dipalsukan.
- Membuat jurnal palsu. Satu nomor jurnal internasional dimodifikasi.
Caranya adalah mencabutkan satu makalah yang ada dalam jurnal tersebut
dan diganti dengan makalah dia. Seolah-olah makalah dia sudah
diterbitkan dalam jurnal tersebut. Dosen tersebut kemudian menjilid
ulang jurnal tersebut sehingga tampak sebagai jurnal yang asli.
- Membuat jurnal nasional palsu. Ada kejadian dua dosen dari
universitas yang sama dan jurusan yang sama. Mereka sama-sama
mengajukan kenaikan pangkat. Ketika diteliti dokumennya, mereka
melampirkan jurnal dengan volum yang sama dan nomor yang sama.
Seharusnya jurnal tersebut memuat paper-paper yang sama. Tetapi
ternyata tidak. - Jurnal dengan volum dan nomor yang sama tersebut
memuat paper-paper yang berbeda. Jurnal yang dilampirkan si A memuat
peper si A, sedangkan jurnal yang dilampirkan si B memuat paper si B.
Ini berarti salah satu atau kedua dosen tersebut telah membuat sendiri
jurnal tersebut dan mamasukkan makalahnya masing-masing ke dalamnya.
- Mengubah nama di ijasah luar negeri. Ijasah luar negeri orang lain
diganti namanya dengan nama dia. Lalu dia datang ke percetakan untuk
membuatkan ijasah yang persis sama dengan aslinya.
- Menulis paper dengan hanya mencantumkan nama sedndiri pada karya
mahasiswa bimbingan, agar yang bersangkutan dapat menikmati sendiri
nilai kum paper tersebut.
- Membuat makalah palsu dari hasil copy paste di internet. Makalah
tersebut diterbitkan di jurnal yang dikelola sendiri.

Hancurlah pendidikan bangsaku. Untuk menertibkan para dosen “busuk”
tersebut mungkin beberapa langkah perlu dilakukan:
- Membentuk lembaga yang bernama Professor Watch. Lambaga ini
menyelidiki kesahihan dokumen yang telah digunakan para professor
untuk naik pangkat. Jika ditemukan kecurangan, professor tersebut
diadukan ke polisi karena sudah melakukan tindakan penipuan. Kalau
perlu dipidana, karena dari pekerjaan tersebut dia telah memakan uang
Negara dari tunjangan kehormatannya yang seharusnya bukan hak dia.
- Jabatan professor tidak diberikan secara permanen. Tiap 5 tahun,
performance profesor tersebut dinilai. Jika tidak perform dengan baik,
jabatan profesor dicabut. Beberapat poin yang dinilai adalah: adanya
mahasiswa bimbingan (khususnya mahasiswa doctor), penelitian yang
dilakukan, karya ilmiah yang dihasilkan, pengajaran, dan lain-lain,
yang dia lakukan setelah menjabat sebagai profesor. Kalau semua hal
itu tidak dilakukan, buat apa kita memiliki profesor seperti itu.
Terlalu keenakan para profesor di Indonesia ini.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. enrico73 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger