Home » » Teknologi Penyimpanan Hermetik Jagung untuk Mengendalikan Aflatoksin

Teknologi Penyimpanan Hermetik Jagung untuk Mengendalikan Aflatoksin

Written By enrico on Rabu, 02 Maret 2011 | 20.35

Peningkatan produksi jagung untuk kebutuhan pakan belum dibarengi dengan peningkatan mutunya. Masalah terbesar dari produksi jagung pipil adalah masih tingginya cemaran jamur yang berpotensi menghasilkan mikotoksin, dan salah satu mikotoksin yang sangat berbahaya adalah aflatoksin. Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan teknologi penyimpanan yang baik. Teknologi penyimpanan yang dipilih adalah penyimpanan hermetik (kedap).

Keunggulan :

* Penyimpanan mampu bertahan sampai 3 bulan dengan kondisi fisik yang masih baik.
* Teknologi sangat sederhana dan mudah untuk dioperasikan.

Manfaat/Aplikasi :

* Sangat baik untuk penyimpanan biji jagung untuk kebutuhan benih.

Hasil Penelitian Tahun 2007 :

* Teknologi penyimpanan jagung untuk mengendalikan aflatoksin tidak terlepas dari sistem manajemen penanganan yang baik dan dilakukan secara cepat tanpa penundaan. Berbagai cara penyimpanan jagung memiliki keunggulan tersendiri sesuai dengan tujuan dari penyimpanan itu sendiri. Penyimpanan dalam karung polyprophilene memiliki batas aman untuk disimpan sampai dengan 2 bulan. Rata-rata kandungan aflatoksinnya masih aman yaitu <3 ppb untuk jenis aflatoksin B1, kerusakan fisik di bawah 5 %, serta kadar pati, kadar lemak dan kadar protein relative stabil sampai penyimpanan 2 bulan. Cara penyimpanan seperti ini cocok untuk keperluan distribusi cepat atau jarak dekat.Â

* Untuk penyimpanan hermetik (kedap), kandungan aflatoksin masih aman (< 3 ppb untuk jenis aflatoksin B1) sampai dengan 3 bulan dan kerusakan fisiknya masih di bawah 2 %, sedangkan kadar pati, kadar lemak dan kadar protein relatif stabil sampai penyimpanan 3 bulan, sehingga cara penyimpanan seperti ini cocok untuk penyimpanan benih jagung. Untuk penyimpanan jagung dengan perlakuan CO2, menunjukkan bahwa kerusakan fisiknya masih di bawah 2 % sampai penyimpanan 3 bulan dan kandungan aflatoksinnya masih dalam batas aman ( <3 ppb untuk jenis aflatoksin B1). Kadar pati, kadar lemak dan kadar protein relative stabil sampai penyimpanan 3 bulan, sehingga cara penyimpanan seperti ini cocok untuk keperluan penyimpanan biji jagung dalam jumlah besar dalam silo yang terbuat dari plat besi.
(BB pascapanen)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. enrico73 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger