Jambu mete merupakan salah satu komoditi perkebunan rakyat yang telah menjadi komoditi ekspor dalam bentuk kacang mete dan juga gelondong mete, selain juga sebagai komoditi untuk pasar dalam negeri. Mutu kacang mete Indonesia hasil olahan pengrajin masih dinilai rendah, baik dari penampakan (warna kusam, kotor, keriput) maupun tingkat keutuhannya (55-60% kacang utuh) denganpersentase kacang belah relative tinggi. Dengan penerapan teknologi pengolahan kacang mete hasil penelitian BB-Pascapanen yang meliputi rekayasa proses dan peralatan pengacipan tipe MM-99, dapat dihasilkan kacang mete dengan keutuhan 85-90% yang disertai perbaikan penampakan, higienitas dan parameter mutu lainnya. Penerapan teknologi ini dapat meningkatkan nilai tambah sebesar 27% bagi petani mete. Selain teknologi kacang mete sebagai produk utama, telah dihasilkan juga teknologi pengolahan CNSL dan isolasi kardanol dari CNSL. Cashew nut shell liquid (CNSL) dan kardanol merupakan bahan baku pada industry resin, cat, pestisida, kanvas rem dan industry berbasis resin lainnya.
Keunggulan :
* Persentase kernel utuh 85-90% (tradisional 60-75%)
* Warna kernel lebih cerah dengan derajat putih 65-70% (tradisional 50-55%)
* Mutu kernel kelas 1 (kadar air maks. 5%), kelas 2 (kadar air maks. 6%) berdasarkan SNI 01-2906-1992
* Limbah kulit biji mete termanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi
Manfaat/Aplikasi:
* Kacang mete utuh sebagai makanan camilan dengan harga tiggi
* Kacang mete belah dan pecah sebagai salah satu bahan pada industri makanan (coklat, es krim dsb.)
* CNSL murni sebagai bahan baku untuk isolasi kardanol dan formulasi kanvas rem bermutu tinggi
* Kardanol sebagai bahan baku industri cat anti karat, resin, vernis, perekat kayu, bahan pelapis/laminating/coating.
Hasil penelitian Tahun 2004
* Rekayasa proses penanganan gelondong mete dengan teknik pengukusan dengan uap air pada suhu dan lama pengukusan tertentu dapat mempermudah proses pengacipan yang menghasilkan derajat keutuhan kacang mete lebih tinggi (85-90%).
* Rekayasa alat kacip tipe MM-99 dapat menghasilkan derajat keutuhan kacang mete yang tinggi, mudah dipabrikasi, dioperasikan dan dipelihara.
Hasil penelitian Tahun 2005
* Pada uji coba produksi di pengrajin kacang mete di kabupaten Sampang, Madura, Jatim, pengkacipan gelondong mete oleh 16 operator semi terlatih menghasilkan kacang mete utuh 90,64. Hasil tersebut setara dengan operator terlatih di India
* Rendemen kacang mete 32,69 %.
* Berdasar Standar mutu kacang mete SNI 01-2906-1992, kacang mete yang dihasilkan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok mutu yaitu U280, U320 dan U400. Sebagian besar (68%) masuk ke kelompok U280, diikuti kelompok U400 (18%) dan U320 (14%). Dengan mengacu SNI tersebut, kacang mete yang dihasilkan dapat dikelompokkan ke dalam kelas mutu 1.
BB-Pascapanen
Home »
» Teknologi Pengolahan Gelondong Mete
Posting Komentar