Home » » Lauren Booth, adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair yang Muslimah

Lauren Booth, adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair yang Muslimah

Written By enrico on Minggu, 27 Februari 2011 | 20.06

"Apakah menjadi Muslimah membuat Anda merasa damai?" tanya seorang gadis cilik

kepada Lauren Booth, adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair. "It's very

peacefull," jawab Booth yang sudah setahun menjadi Muslimah.

Booth menjawab pertanyaan itu pada seminar "Islam, Fear Or Not To Fear?" yang

merupakan bagian dari acara Islam Conference yang digelar Islamic Society Essex

University, Colchester, pekan silam.

Perempuan kulit putih itu menjadi pembicara dengan topik "My Journey to Islam".

Seminar itu dihadiri lebih dari 200 peserta, termasuk Wali Kota Colchester Sonia

Lewis.

Dia mengatakan, Muslim ingin semua orang menjadi bahagia. "Menjadi Muslim

merupakan suatu kedamaian," ujar Lauren Booth lalu mengatakan bahwa kini dirinya

menjadi lebih tenang.

Booth, yang mengenakan jilbab begitu menjadi Muslimah, mengaku dibesarkan oleh

orangtua yang tak religius di London Utara.

"Ayah saya, aktor Tony Booth, membagi waktunya antara bandar judi dan pub," kata

perempuan kelahiran 1967 itu. Tony Booth dikenal karena perannya dalam Till

Death Do Us Part. Tony adalah ayah dari Cherie Blair, istri mantan PM Inggris

Tony Blair.

Kedua orangtuanya non-Muslim dan Booth menyebut ibunya lebih percaya tahayul,

misalnya meletakkan benda tertentu di tempat tidur untuk mengusir setan.

"Pada saat kecil, saya ingat suka berdoa kepada Tuhan, saat teman-teman bermain

ketika istirahat saya justru suka membaca Alkitab," katanya.

Booth mengatakan persepsinya tentang Islam sama dengan umumnya orang Barat saat

terjadi peristiwa 9/11 di New York, Amerika Serikat.

Tapi, ia mulai berpikir "apakah 1,3 miliar Muslim di dunia seburuk yang

disebut-sebut. Mengapa tidak pernah terjadi perang besar antara kami dan

mereka?"

Pertanyaan lain yang muncul adalah "mengapa wanita harus pergi belanja dengan

menggunakan baju panjang dan penutup kepala. Sepertinya mereka merasa curiga

saat saya sapa."

Dia mengaku, "Saya hanyalah seorang wanita biasa yang merasa yakin ada sesuatu

yang hilang dengan terjadinya peristiwa 9/11."

Dia mengaku makin penasaran dan sejak itu Lauren bertanya mengenai Islam, di

antaranya kepada sopir taksi yang berasal Somalia, Afganistan, dan Irak.

Pada saat itu, sebagai wartawan, Booth mendapat tugas meliput ke Palestina. Dia

memang jurnalis yang sangat produktif dan menulis laporannya di berbagai Koran

di Inggris, seperti New Statesman, The Sunday Times, Guardian dan Daily Mail.

Pada 2005, ia mengunjungi Tepi Barat untuk wawancara dengan Mahmoud Abbas. Pada

tahun 2008, Lauren Booth kembali ke Gaza. Ia juga sering menghabiskan waktunya

di Iran.

Saat terjadi pengepungan Israel di Jalur Gaza, Lauren menolak keluar dan

menyatakan suatu kehormatan berada di bawah pengepungan bersama dengan

orang-orang Palestina yang ingin bertahan hidup di bawah pendudukan Israel.

Makam Fatima Lauren selanjutnya menjadi juru kampanye menentang perang di Irak.

Dia mendukung Koalisi Hentikan Perang, Media Pekerja terhadap Perang, dan

Gerakan FreeGaza.

Lauren memutuskan menjadi seorang Muslim enam pekan setelah mengunjungi makam

Fatima al-Masumeh di kota Qom.

"Pada saat itu saya duduk dan merasakan keadaan yang penuh dengan spiritual,

kebahagiaan mutlak dan sukacita," katanya.

Ketika dia kembali ke Inggris, Lauren memutuskan untuk segera mengucapkan dua

kalimat Syahadah dan menganut agama Islam. "Saya tidak lagi minum alkohol," ujar

Lauren yang menyebutkan bahwa keluarganya sangat kecanduan, termasuk ayah dan

mantan suaminya.

Ibu dua anak itu mengaku menjalani shalat lima waktu dan punya hubungan sangat

dekat dengan ibundanya.

Ketika anak Booth bertanya, apakah setelah menjadi Muslim ia akan tetap menjadi

ibu bagi mereka, dia menjawab, "Tentu saya menjadi ibu yang baik bagi mereka,"

ujar Lauren. Kedua anaknya mengikuti jejak Booth.

"Saya berusaha memberikan contoh, tidak menggurui mereka," ujar Lauren. Dia juga

membaca Al Quran setiap hari dan berharap tahun ini bisa melaksakan ibadah

umrah.

Menurut Lauren Booth, makin banyak umat Muslim di Inggris merupakan pertanda

baik bagi negara tersebut. Dia mencontohkan diri sendiri yang sejak memeluk

Islam menjadi pekerja yang baik dan menjadi ibu yang lebih baik untuk kedua

putrinya.

Lauren berharap, perpindahan imannya menjadi seorang Muslimah itu bisa membantu

Tony Blair, yang memperistri kakak tirinya, Cherrie, mengubah praduga tentang

Islam. Tony Blair adalah pendukung George Bush dalam perang Irak.

Ketika berkomentar mengenai Tony Blair, Booth mengatakan, "Tony Blair....... yaa

Tony Blair," ujarnya diplomatis.

Sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=72369
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. enrico73 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger