Home » » Ibadah Haji semu

Ibadah Haji semu

Written By enrico on Minggu, 27 Februari 2011 | 21.06

Bismillaahirrohmaanirrohim

Suatu ketika seorang ahli sufi, Ibrahim bin Adham, bermimpi ada dua malaikat turun ke bumi dan berbincang. "Tahun ini ada berapa orang jamaah hajinya diterima oleh Allah?" tanya salah satu malaikat kepada malaikat yang lain. Malaikat yang lain menjawab, "Dari sekian ribu jamaah, tak satupun yang diterima kecuali seseorang dari Damaskus bernama Muwaffaq."

Setelah terbangun, Ibrahim berniat mencari kebenaran mimpinya itu. Ia pun bergegas menuju Damaskus mencari orang yang dimaksud. Setelah bertemu dengan Muwaffaq, Ibrahim menanyakan hal itu. Muwaffaq menjawab, "Sudah lama aku ingin berhaji, tetapi selalu kesulitan dana. Suatu saat aku mendapat untung besar dan aku pun berencana naik haji. Tetapi saat hendak berangkat, aku mendapati anak-anak yatim di sekitar rumahku kelaparan hingga harus memakan bangkai keledai selama tiga hari. Akhirnya aku batalkan rencana pergi haji dan kuberikan ongkos hajiku itu untuk menolong mereka."

Kisah itu sangat relevan dengan kondisi umat Islam di Indonesia. Ratusan ribu umat Islam pergi ke Mekkah untuk berhaji setiap tahun. Mereka rela membelanjakan jutaan rupiah untuk menunaikan ibadah haji. Mereka tak menyadari bahwa di sekitar mereka banyak orang miskin dan anak yatim yang menghadapi persoalan kemiskinan. Ratusan ribu jamaah haji Indonesia berangkat setiap tahun, namun kemiskinan malah semakin meningkat.

Banyak yang bergelar Pak Haji dan Bu Haji malah mengambil jarak dengan orang miskin dan anak yatim. Padahal dalam beribadah, mestinya ada skala prioritas. Ibadah haji yang kedua kali dan seterusnya adalah sunnah, sementara mempedulikan orang miskin dan anak yatim adalah fardhu kifayah.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. enrico73 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger